Hello The Transformer

Kita semua percaya hal yang paling berharga dalam hidup ini yaitu mencapai The Purpose of Life. sebuah perjalanan dan pencapaian yang tidak semudah seperti membalik telapak tangan. Tapi dengan Continuous Transformation yang konsisten, akan membawa seseorang untuk mencapai The Purpose of Life. Transformasi yang melibatkan seluruh panca indra termasuk mindset, attitude, knowledge, skill dan action sehingga membentuk suatu kesatuan yang erat sehingga seseorang akan menjadi pribadi yang bernilai...

Motivation Quote

"Anyone who doesn't take truth seriously in small matters cannot be trusted in large one either"

Motivation Quote

"If you can, help others; if you cannot do that, at least do not harm them"

Motivation Quote

Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya

Motivation Quote

Honor bespeaks worth. Confident begest trust. Service brings satisfaction. Cooperation proves the quality of leadership

Motivation Quote

Peace cannot be kept by force; it can only be achieved by understanding

Jumat, 20 April 2012

Satu Mata Ibuku

Hanya satu mata yang dimiliki ibuku. Begitu memalukan, aku membencinya. Di pasar loak, ibuku mengelola kios kecil, ia mengumpulkan gulma kecil dan menjualnya.

Saat aku masih berseragam sekolah dasar, aku ingat hari itu adalah hari berkunjung dan ibuku dating. Betapa malu hatiku. Bagaimana ia bisa melakukan hal ini terhadapku?! Aku membuang muka dan berlari keluar kelas.

Keesokan harinya di sekolah, “ibumu hanya memiliki satu mata!” teman-teman mengejekku.

Aku berharap, mengapa ibuku tidak segera hilang ditelan bumi, dan aku berkata kepada ibuku, “bu, kemana mata ibu yang satunya? Tahukah bahwa ibu membuatku menjadi bahan tertawaan?! Mengapa kau tidak mati saja?!” dan ibuku tidak menjawab. Aku merasa sedikit bersalah, tapi pada saat yang sama, aku merasa legakarena aku telah mengeluarkan apa yang ada di hatiku selama ini. Aku tidak pernah merasa aku telah menyakiti perasaan ibuku dengan sangat amat, mungkin karena ibu tidak pernah menghukumku.

Malam hari, aku terbangun dan merasa haus. Aku pergi ke dapur untuk mengambil segelas minuman dan aku mendengar suara isakan ibuku disana. Seolah tak mau membangunkanku, ia terisak perlahan. Aku melihat ke arahnya lalu pergi.

Ada yang mencubit hatiku dari perkataanku tadi, tapi sungguh, aku benci melihat ibuku yang bermata satu. Lalu aku pergi meninggalkannya sendirian.

Aku bertekad, bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses. Aku putus asa karena kemiskinan yang menghantui keluarga kami dan jelas, karena ibuku yang bermata satu.

Aku belajar dengan giat. Aku pergi ke Seoul, dan diterima di Universitas Seoul. Selesai kuliah, aku menikah, membeli rumah sendiri dan mempunyai anak. Sekarang aku memenuhi tekadku dan hidup bahagia. Disini tidak ada tempat yang mengingatkan aku pada ibuku, hanya kebahagiaan yang melingkupiku. Suatu hari, datanglah ibuku menemuiku, masih dengan matanya yang hanya satu. Anakku yang masih kecil berlari ke dalam rumah karena ketakutan melihat mata ibuku.

“Siapa kamu?! Aku tidak pernah mengenalmu!” kata-kata tersebut hamper keluar dari mulutku, namun aku berkata, “Beraninya kamu menakuti anak-anakku! Pergi kamu dari sini!” semprotku. Mendengar ku berteriak seperti itu, ibuku terpaku dan menjawab, “oh, maafkan saya, mungkin saya salah alamat, sekali lagi maafkan saya.” Dan ia pun pergi.

Aku cukup lega mengtahui bahwa ibuku hamper tak mengenaliku. Aku tidak akan mau ambil pusing dengan kejadian ini.

Hingga suatu gelombang menerpa kehidupanku.

Sebuah undangan reuni sampai ke tanganku. Aku memutuskan untuk berbohong pada istriku, mengatakan bahwa aku ada urusan bisnis. Selepas reuni, aku pergi menuju gubuk dimana aku tinggal dulu.

Sesampainya disana, aku mendapati ibuku terbaring di tanah, dan tidak ada setitik pun aku merasa kasihan padanya. Ia menggenggam secarik kertas surat, dan ternyata surat itu…untukku.


“Anakku, sepertinya hidupku tidak akan lama lagi. Dan aku berjanji, aku tidak akan datang ke Seoul lagi., tapi, apakah harapanku berlebihan jika aku memintamu untuk mengunjungiku meski hanya sekali-sekali? Aku benar-benar merindukanmu. Suatu kabar baik mendengarmu datang untuk reuni, tapi aku memutuskan untuk tidak datang… untukmu.

Aku meminta maaf karena aku hanya memiliki satu mata yang membuatmu malu. Ketahuilah, ketika kau kecil, kecelakaan menimpamu hingga kau kehilangan satu matamu. Sebagai ibu, aku tidak tahan melihatmu tumbuh dengan satu mata, sehingga aku mengorbankan satu mataku untukmu.

Dan sekarang, kau telah menjadi biji mataku, memperlihatkan padaku sebuah dunia baru, dengan mata tersebut. Segala yang telah kau lakukan padaku adalah sebagai rasa sayangmu padaku, aku tau itu. Aku tidak akan pernah marah. Sungguh, aku merindukan saat kau masih kecil dulu.

Anakku, aku mencintaimu. Dalam hidupku, kaulah segalanya bagiku.”

Aku merasa jantungku remuk redam, duniaku hancur!

Aku jatuh berlutut, air mata membanjiri mataku untuk pengorbanan… IBUKU.




Rabu, 04 April 2012

Grow your Leaders

Smangat Pagi The Transformer, Michelangelo mengatakan, “Bahaya paling besar bagi kebanyakan dari kita bukanlah karena tujuan kita terlampau tinggi dan kita gagal mencapainya, tetapi karena tujuan kita terlampau rendah dan kita dapat mencapainya.”

Saat ini begitu banyak para pemimpin baik yang merasa bahwa arti menjadi baik itu adalah sekedar “cukup baik” belaka. Mereka tidak yakin bahwa secara pribadi sebenarnya mereka mampu mencapai tingkat kinerja yang Excellent. Mereka percaya bahwa para pemimpin luar biasa adalah orang-orang yang memiliki bakat yang luar biasa yang dibawa sejak lahir. Namun, bakat alami yang dibawa sejak lahir bukanlah penentu utama bagi seseorang yang mau menjadi pemimpin luar biasa. Yang penting dalam hal ini adalah disiplin.

Disiplin selalu lebih penting dibandingkan dengan beberapa bakat alami yang dibawa sejak lahir. Dengan dedikasi yang tinggi untuk terus berlatih, mereka yang memiliki kedisplinan akan melampaui mereka yang memiliki bakat alami dalam waktu beberapa semester saja.

Kebanyakan orang, saat pertama kali menjadi pemimpin, memasuki masa pembelajaran yang intens. Mereka mendapat banyak pelatihan dan bimbingan pribadi serta begitu terbuka terhadap gagasan dan saran para pemimpin yang berpengalaman. Mereka menyisihkan waktu untuk merencanakan pertemuan dan meninjau ulang kinerja serta cara bagaimana mereka memberikan sebuah respon pada laporan-laporan. Mereka juga menaruh perhatian pada orang lain, dan mengamati untuk memahami teknik dan ketrampilan. Mereka berlatih kepemimpinan agar dapat menjadi lebih baik. Begitu merasa cukup kompeten untuk menjadi pemimpin, mereka mulai bergeser dari berlatih menjadi bermain. Bermain kepemimpinan pada dasarnya lebih menyenangkan, namun pengembangan ketrampilan yang diperoleh sangat lambat dan kadang-kadang berhenti sama sekali.

Untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan :

  1.  Doronglah peningkatan dari setiap orang: Menyalahkan para pemimpin buruk atas kesulitan perusahaan itu terlampau mudah. Terimalah kenyataan bahwa setiap orang perlu melakukan peningkatan sampai beberapa tingkat.
  2. Tanamkan minat: Mengapa beberapa mahasiswa mau berlatih lebih lama dan lebih keras ? perbedaan utama tampaknya bukan terletak pada kemampuan tetapi pada minat. Jadilah seorang pengamat kepemimpinan yang lihai dan terapkan apa yang anda pandang dapat dicontoh.
  3. Berlatilah-jangan bermain-tentang kempemimpinan: Para pemimpin yang buruk menganggap bahwa sengaja berlatih itu tidak banyak artinya, jadi mereka terus saja melaksanakan, tetapi tidak pernah meningkat. Pemimpin yang baik tetap mempertahankan fokus mereka dan terus meningkatkan ketrampilan mereka setelah mencapai tingkat kinerja yang memadai.

Senin, 26 Maret 2012

Cara menumbuhkan Sebuah Tim

Smangat Pagi The Transformer...Sebuah organisasi akan semakin maju jika setiap pribadi yang berada dalam tim tersebut, mampu untuk menumbuhkan diri. Karena apabila terjadi stagnasi maka organisasi tersebut tidak dapat melangkahkan kaki lebih jauh. Bagaimana menumbuhkan sebuah tim, ikuti langkah-langkah berikut :

1. Kembangkan anggota tim.
Langkah pertama yang harus diambil dengan tim yang tidak mewujudkan potensinya adalah membantu anggota tim untuk bertumbuh. Jika Anda memimpin tim, maka salah satu tanggung jawab terpenting Anda adalah melihat potensi dalam diri orang-orang itu, yang tidak bisa mereka lihat sendiri, dan mengeluarkannya. Ketika menyelesaikan ini, Anda melakukan pekerjaan Anda sebagai pemimpin.

Pikirkan mengenai orang-orang dalam tim Anda dan tentukan apa yang mereka butuhkan berdasarkan kategori berikut ini:
  • Pemula yang antusias butuh arahan,
  • Pembelajar yang belum bisa melihat jelas: butuh bimbingan.
  • Penyelesai tugas yang tidak percaya diri: butuh dukungan,
  • Pencapai yang percaya diri: butuh bertanggung jawab.
Berilah kesempatan untuk bertumbuh dan bersemi pada orang-orang yang telah ada dalam tim Anda. Itulah yang dilakukan oleh penjelajah Inggris, Eric Shipton, dengan seorang anak laki-laki tak berpengalaman yang bernama Tenzing pada tahun 1935. Delapan belas tahun kemudian, negaranya memperoleh penghargaan dengan pendakian yang sangat sukses pada puncak tertinggi di dunia.

2. Tambahkan anggota utama tim.
Sekalipun Anda memberi kesempatan untuk belajar dan bertumbuh pada semua orang dalam tim. Anda, dan mereka semua memanfaatkan peluang itu sebaik-baiknya, Anda akan menemukan bahwa Anda masih tetap kekurangan bakat yang dibutuhkan untuk mencapai impian Anda. Itulah saat yang tepat untuk merekrut. Kadang kala, untuk membuat perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan, yang dibutuhkan sebuah tim adalah seseorang dengan bakat di bidang itu.

3. Ubahlah kepemimpinannya. 
Transisi itu mungkin akan terjadi hanya untuk sementara, atau bisa juga lebih permanen.

4. Keluarkan anggota tim yang tidak efektif.
Kadang kala seorang anggota tim bisa mengubah tim pemenang menjadi tim yang kalah, baik karena ia tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan mau pun karena sikapnya yang buruk. Dalam kasus itu, Anda harus mengutamakan timnya dan melakukan perubahan untuk kebaikan yang lebih besar.

Tenzing menghadapi situasi itu selama ekspedisi Everst pada tahun 1953. Di awal perjalanan, ada perselisihan yang terus terjadi antara porter dan tim pendaki Inggris, dan sebagai Sirdar, Tenzing terus menerus terjebak diantaranya dan berusaha memecahkan banyak masalah. Setelah berulang kali menegosiasikan perdamaian antara kedua belah pihak, Tenzing menemukan bahwa sumber masalahnya adalah dua orang Sherpa yang memimpin perselisihan. Ia segera memecat dan mengirim mereka pulang. Segera suasananya menjadi damai. Jika tim Anda terus menerus gagal, Anda mungkin harus membuat perubahan

Menumbuhkan tim adalah pekerjaan yang sulit dan membutuhkan banyak waktu. Namun jika Anda ingin mewujudkan impian, tidak ada pilihan lain. Semakin besar impiannya, semakin hebat timnya. Ketika tantangan meningkat, kebutuhan kerja sama tim pun meningkat. Itulah Hukum Gunung Everest.

Sebuah gunung tidak akan bertambah tinggi, tapi sebuah skill dan knowledge bisa semakin bertambah dari hari kehari, sehingga dengan mudah setiap orang akan mencapai puncak gunung tersebut.

Continuous Transformation....Never stop..

Sabtu, 24 Maret 2012

Who Packed Your Parachute

Pada zaman perang Vietnam, ada seorang pilot pesawat tempur bernama Charles Plumb yang sangat ahli dalam mengendalikan pesawatnya. Ia sering memimpin rekan-rekannya untuk menyerang sarang musuh. Berkat kepandaiannya, berkali-kali ia berhasil dalam menghancurkan markas musuh dan selalu terhindar dari serangan balik.
Hingga suatu ketika, malang tak dapat ditolak, pada misi tempurnya yang ke-76 di wilayah Vietnam, pesawatnya terkena tembakan dari musuh. Merasa sudah tidak ada harapan lagi, Charles menekan tombol darurat, dan dalam sekejap kaca kokpit membuka dan sang pilot terlontar keluar bersama parasutnya. Pesawat itu jatuh dan sesaat kemudian meledak berkeping-keping, sementara Charles sendiri selamat dan mendarat tidak jauh dari lokasi pesawat tersebut. Sayangnya, Charles ditangkap oleh tentara musuh dan dipenjara selama enam tahun sebelum akhirnya dibebaskan.

Tahun demi tahun berlalu, kini Charles sudah pensiun dari dinas militernya dan menjadi penduduk biasa. Suatu hari, Charles makan di sebuah restoran bersama istrinya, Cathy. Setelah duduk, ada seorang pria yang duduk dua meja di depannya memerhatikan wajahnya secara saksama. Hingga tiba-tiba pria tersebut menghampirinya dan berkata, “Anda pasti Charles Plumb!”

Charles mendongak melihat orang itu, lalu berkata, “Ya, memang saya Charles Plumb.” Orang itu berkata lagi, “Anda menerbangkan pesawat tempur dan tertembak di Vietnam. Kemudian Anda melompat dari pesawat, tertangkap dan dipenjara selama enam tahun, benar kan?”
Charles kebingungan dan bertanya, “Bagaimana Anda mengetahui semua cerita itu?” Dengan tertawa orang itu menjawab, “Nama saya Jack. Waktu itu saya juga bertugas di militer, hanya kita berbeda tugas. Anda bertugas sebagai pilot, sedangkan saya adalah orang yang bertugas untuk melipat dan membungkus parasut, termasuk parasut yang Anda pakai waktu itu…,” jawab orang tersebut. 

Sejenak Charles termenung, kemudian ia menyalami orang itu dengan hangat dan berkata, “Terima kasih Jack… Anda sudah bekerja dengan baik. Jika hasil lipatan Anda tidak baik sehingga parasut tidak bisa membuka saat saya di udara, mungkin saya sudah tidak ada hari ini. Dalam hati saya sering kali berdoa untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang seperti Anda, namun baru hari inilah saya mempunyai kesempatan untuk bertemu dan mengucapkan terima kasih secara langsung. …sekali lagi, terima kasih Kawan….”

 “Give to the world the best you have, and the best will come back to you.”
Ella Wheeler Wilcox

Insight:
The Transformer, Ingatkah Anda kepada seseorang yang telah menyiapkan sarapan untuk Anda pagi ini? Ingatkah Anda kepada mereka yang selalu mendoakan Anda setiap hari? Orang tua Anda? Suami atau istri Anda? Sahabat Anda? Anak-anak Anda?

Sadarilah betapa berharganya mereka bagi Anda. Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan hal-hal yang kecil namun mempunyai makna yang sangat besar dalam perjalanan hidup Anda. Bukankah tanpa mereka di samping Anda maka hidup Anda tak kan senyaman ini? Sekecil apapun peran mereka, cobalah untuk lebih menghargai mereka. Sapa mereka, berikan senyum tulus terbaik Anda. Dengan demikian, secara tidak langsung kita akan memotivasi mereka untuk dapat melakukan yang terbaik, dan memberikan efek balik yang positif bagi diri kita sendiri.

Hello The Transformer

Smangat Pagi The Transformer...
Kita semua percaya hal yang paling berharga dalam hidup ini yaitu mencapai  The Purpose of Life. sebuah perjalanan dan pencapaian yang tidak semudah seperti membalik telapak tangan. 
Tapi dengan Continuous Transformation yang konsisten, akan membawa seseorang untuk mencapai The Purpose of Life. Transformasi yang melibatkan seluruh panca indra termasuk mindset, attitude, knowledge, skill dan action sehingga membentuk suatu kesatuan yang erat sehingga seseorang akan menjadi pribadi yang  bernilai dan bermanfaat bagi orang lain... Become a Valuable Person...

Keseluruhan blog ini akan membantu anda dalam mencapai The Purpose of Life,
So I wanna say... "Welcome The Transformer, Joint Us to become a Valuable Person"