Saat ini begitu banyak para pemimpin baik yang merasa bahwa arti menjadi baik itu adalah sekedar “cukup baik” belaka. Mereka tidak yakin bahwa secara pribadi sebenarnya mereka mampu mencapai tingkat kinerja yang Excellent. Mereka percaya bahwa para pemimpin luar biasa adalah orang-orang yang memiliki bakat yang luar biasa yang dibawa sejak lahir. Namun, bakat alami yang dibawa sejak lahir bukanlah penentu utama bagi seseorang yang mau menjadi pemimpin luar biasa. Yang penting dalam hal ini adalah disiplin.
Disiplin selalu lebih penting dibandingkan dengan beberapa bakat alami yang dibawa sejak lahir. Dengan dedikasi yang tinggi untuk terus berlatih, mereka yang memiliki kedisplinan akan melampaui mereka yang memiliki bakat alami dalam waktu beberapa semester saja.
Kebanyakan orang, saat pertama kali menjadi pemimpin, memasuki masa pembelajaran yang intens. Mereka mendapat banyak pelatihan dan bimbingan pribadi serta begitu terbuka terhadap gagasan dan saran para pemimpin yang berpengalaman. Mereka menyisihkan waktu untuk merencanakan pertemuan dan meninjau ulang kinerja serta cara bagaimana mereka memberikan sebuah respon pada laporan-laporan. Mereka juga menaruh perhatian pada orang lain, dan mengamati untuk memahami teknik dan ketrampilan. Mereka berlatih kepemimpinan agar dapat menjadi lebih baik. Begitu merasa cukup kompeten untuk menjadi pemimpin, mereka mulai bergeser dari berlatih menjadi bermain. Bermain kepemimpinan pada dasarnya lebih menyenangkan, namun pengembangan ketrampilan yang diperoleh sangat lambat dan kadang-kadang berhenti sama sekali.
Untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan :
- Doronglah peningkatan dari setiap orang: Menyalahkan para pemimpin buruk atas kesulitan perusahaan itu terlampau mudah. Terimalah kenyataan bahwa setiap orang perlu melakukan peningkatan sampai beberapa tingkat.
- Tanamkan minat: Mengapa beberapa mahasiswa mau berlatih lebih lama dan lebih keras ? perbedaan utama tampaknya bukan terletak pada kemampuan tetapi pada minat. Jadilah seorang pengamat kepemimpinan yang lihai dan terapkan apa yang anda pandang dapat dicontoh.
- Berlatilah-jangan bermain-tentang kempemimpinan: Para pemimpin yang buruk menganggap bahwa sengaja berlatih itu tidak banyak artinya, jadi mereka terus saja melaksanakan, tetapi tidak pernah meningkat. Pemimpin yang baik tetap mempertahankan fokus mereka dan terus meningkatkan ketrampilan mereka setelah mencapai tingkat kinerja yang memadai.






0 komentar:
Posting Komentar